Usai Berbicara pada Media, Dokter Whistleblower Corona di Wuhan Tak Lagi Nampak

WE Online, Wuhan

Seorang dokter China, salah satu tenaga medis yang pertama kali memperingatkan orang lain tentang penyebaran virus corona COVID-19, di Wuhan telah hilang misterius.

Dokter whistleblower virus corona yang tiba-tiba hilang itu bernama Ai Fen. Jejaknya tak diketahui setelah dia melakukan wawancara dengan media beberapa pekan lalu terkait awal mula munculnya wabah COVID-19. Hal itu memicu kekhawatiran bahwa dia telah ditahan oleh pihak berwenang China.

Baca Juga: China Laporkan Kasus Corona Tanpa Gejala, Seperti Apa?

“Hanya dua minggu lalu kepala Darurat di Rumah Sakit Pusat Wuhan mengumumkan kepada publik, mengatakan pihak berwenang telah menghentikannya dan rekan-rekannya untuk memperingatkan dunia,” bunyi laporan investigasi 60 Minutes yang berbasis di Australia pada hari Minggu, yang dilansir Daily Mirror, Rabu (1/4/2020).

“Dia sekarang menghilang, keberadaannya tidak diketahui,” lanjut laporan media tersebut yang kemudian men-tweet-kan foto-foto dokter Ai.

Dokter Ai sebelumnya mendapat teguran keras setelah mengirim informasi tentang tahap awal wabah ke sekelompok dokter.

Dia menulis tentang keprihatinannya dalam esai yang sekarang sudah dihapus. Esai itu sempat diterbitkan di majalah People (Renwu) China.

Laporan investigasi media Australia dengan judul “The one who supplied the whistle” menggambarkan bagaimana dokter Ai telah dibungkam oleh bosnya setelah dia mengambil foto hasil tes pasien dan melingkari kata-kata “SARS coronavirus” dengan warna merah.

Kekhawatiran atas keberadaannya sekarang bermunculan ketika lockdown kota Wuhan secara bertahap dicabut dan orang-orang didesak untuk kembali bekerja.

Dokter whistleblower COVID-19 lain di Wuhan, Li Wenliang, 34, telah meninggal setelah tertular virus tersebut dari pasien yang dia rawat. Li bagian dari delapan orang yang berbagi sempat foto dengan dokter Ai.

Li pernah ditegur oleh polisi China dan dituduh menyebarkan “berita palsu” karena memperingatkan publik tentang penyakit SARS di pasar seafood Wuhan melalui media sosial.

Tiga dokter lain yang bekerja bersama Li juga meninggal karena COVID-19 setelah tertular virus tersebut.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

BERITA INI TELAH TAYANG LEBIH AWAL DIWARTA EKONOMI

Tinggalkan Balasan