Klorokuin Bukan Obat Pencegahan Corona

WE Online, Jakarta

Dokter spesialis paru pada Rumah Sakit Persahabatan dr. Andika Chandra Putra mengatakan klorokuin bukanlah obat untuk mencegah penyakit COVID-19, sehingga diimbau masyarakat untuk tidak membelinya tanpa resep dokter.

“Bukan, salah, klorokuin itu bukan obat untuk pencegahan COVID-19,” katanya melalui sambungan telepon di Jakarta, Rabu.

Baca Juga: Pasien Positif Corona yang Meninggal Masih Bisa Tularkan Virus

Andika mengatakan dirinya belum dapat memastikan apakah obat malaria itu bisa juga digunakan untuk mengobati penyakit COVID-19, yang disebabkan oleh virus SARS-COV-2.

Namun diakui bahwa berdasarkan pengalaman dari beberapa negara, terapi antiviral yang dikombinasi dengan obat klorokuin memberikan respons positif terhadap pengobatan wabah COVID-19.

Meski demikian, obat tersebut masih diuji coba dan belum dapat dijadikan standar untuk pengobatan wabah COVID-19. Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak membelinya tanpa resep dokter dan memborongnya secara berlebihan sehingga menyebabkan kelangkaan di pasar.

“Yang jadi masalah di masyarakat kita, mereka menganggap klorokuin itu obat pencegahan, sehingga ini jadi masalah buat kita di rumah sakit,” katanya.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

BERITA INI TELAH TAYANG LEBIH AWAL DIWARTA EKONOMI

Tinggalkan Balasan