Kena PHK, Puluhan Karyawan Indosat Tolak Dana Miliaran Rupiah yang Ditawarkan Perusahaan

WE Online, Jakarta

Sebanyak 52 karyawan menolak dana kompensasi atas pemutusan hubungan kerja (PHK) yang ditawarkan oleh PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT). Terkait ha tersebut, Manajemen Indosat menyatakan saat ini perseroan tengah melakukan proses mediasi bersama dengan para karyawan. 

 

Director & Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo, Irsyad Sahroni  mengungkapkan bila memang benar beberapa karyawan yang terkena dampak memutuskan untuk melakukan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Pihaknya pun menghormati dan akan mengikuti proses yang mengacu pada prosedur dan hukum yang berlaku.

 

“Proses dimulai dengan pertemuan bipartit yang dilakukan pada akhir Februari lalu dan dilanjutkan dengan proses mediasi yang dipimpin oleh masing-masing Kantor Tenaga Kerja setempat sebelum merebaknya Covid-19. Kami selalu mengikuti semua proses yang sesuai dengan Hukum yang berlaku dan diatur oleh Kantor Tenaga Kerja dan Pemerintah,” ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

 

Baca Juga: Indosat Gelontorkan Dana Ratusan Miliar Buat 677 Karyawan yang Kena PHK

 

Menurutnya, perusahaan telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membantu karyawan yang terkena dampak reorganisasi. Salah satunya dengan mengalokasikan Rp663 Miliar untuk dana kompensasi kepada karyawan yang terkena PHK. Dimana, pada tahap pertama sebesar Rp343 Miliar diberikan kepada 328 karyawan yang terkena dampak, tidak termasuk bonus 2019 sebesar Rp18,3 Miliar, yang akan dibayarkan sebelum 15 April.

 

Baca Juga: Indosat Bersikukuh PHK Ratusan Karyawan

 

Selain itu, perseroan juga mengadakan pelatihan dan dukungan pasca-kerja untuk karyawan yang terkena dampak pada akhir Februari lalu. Lalu, mitra perseroan yakni Ericsson, mulai merekrut banyak karyawan yang terkena dampak untuk mulai bekerja di bawah payung perusahaannya.

 

“Kami memahami bahwa ini adalah saat yang sulit bagi karyawan kami. Indosat Ooredoo berkomitmen untuk memperlakukan semua orang dengan rasa hormat dan penghargaan. Kami akan mengeksplorasi semua opsi yang memungkinkan untuk memberikan dukungan dan untuk memperingan dampak pada rekan-rekan kami,” pungkas Irsyad.

 

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

BERITA INI TELAH TAYANG LEBIH AWAL DIWARTA EKONOMI

Tinggalkan Balasan