Indosat Bersikukuh PHK Ratusan Karyawan

WE Online, Jakarta

PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) tetap bersikukuh untuk melakukan reorganisasi bisnis. Dalam reorganisasi bisnis tersebut perseroan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sebanyak 677 karyawan. 

 

Director & Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo, Irsyad Sahroni mengatakan bahwa reorganisasi bisnis yang dilakukan sebagai bagian dari Strategi Tiga Tahun-nya untuk bertransformasi menjadi brand yang lebih gesit dan terpercaya telah diterima dengan baik oleh karyawannya. 

 

Baca Juga: Serikat Pekerja Indosat Lantang: Kami Menuntut, Batalkan PHK Massal Itu!

 

Ia mengklaim jika reorganisasi ini telah diterima oleh 92% dari total 677 karyawan yang terkena dampak dan telah menjalani fase transisi yang lancar pada akhir Maret lalu. “Dengan dimulainya langkah-langkah ini, reorganisasi struktur perusahaan sebagian besar telah selesai,” katanya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (2/4/2020). 

 

Baca Juga: Dear Indosat, Mohon Pertimbangkan Lagi Nasib 677 Karyawan yang Kena PHK

 

Menurut Irsyad, pihaknya telah mengadakan pelatihan dan dukungan pasca-kerja untuk karyawan yang terkena dampak pada akhir Februari lalu. Lalu, mitra perseroan yakni Ericsson, telah mulai merekrut banyak karyawan yang terkena dampak untuk mulai bekerja di bawah payung perusahaannya.

 

“Kami memahami bahwa ini adalah saat yang sulit bagi karyawan kami. Indosat Ooredoo berkomitmen untuk memperlakukan semua orang dengan rasa hormat dan penghargaan. Kami akan mengeksplorasi semua opsi yang memungkinkan untuk memberikan dukungan dan untuk memperingan dampak pada rekan-rekan kami,” ujarnya.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

BERITA INI TELAH TAYANG LEBIH AWAL DIWARTA EKONOMI

Tinggalkan Balasan