Elon Musk Larang Keras Karyawannya Pakai Zoom, Lho Kenapa?

WE Online, Jakarta

Popularitas aplikasi rapat online Zoom ikut meroket di tengah pandemi virus corona (COVID-19) lantaran imbauan untuk tetap di rumah. Namun ternyata, popularitas itu tak seiringan dengan kualitas keamanan data pengguna.

The Intercept baru saja melaporkan bahwa video call di Zoom tidak terenkripsi secara end-to-end, meskipun perusahaan telah mengklaim enkripisi tersebut.

Baca Juga: Populer dan Kontroversial Akibat Corona, Ternyata Ini Sosok di Balik Kesuksesan Aplikasi Zoom

Akibatnya banyak orang yang mulai kurang mempercayai aplikasi ini, seperti Elon Musk. Dalam bocoran memo, perusahaan pesawat antariksa milik Elon Musk, SpaceX, telah melarang karyawan menggunakan Zoom. Sebelumnya, otoritas Amerika Serikat juga meminta user waspada memakai Zoom.

Hal ini lantaran  SpaceX mengembangkan berbagai teknologi antariksa yang dianggap vital bagi keamanan nasional. Maka mereka tidak mau ambil risiko dengan memanfaatkan rapat online dengan Zoom.

“Kami mengetahui banyak dari kita memakai tool ini untuk konferensi atau meeting. Mohon pakai email, teks atau ponsel sebagai alternatif komunikasi,” tegas SpaceX.

Dengan karyawan berjumlah 6.000 orang, aturan tersebut berlaku bagi seluruh karyawan SpaceX. Seperti diketahui, badan antariksa AS, NASA, juga telah memberlakukan aturan serupa.

Sebelumnya, FBI telah mengeluarkan peringatan soal Zoom. Mereka berharap pengguna dapat waspada saat membagikan link untuk meeting di Zoom karena sudah ada kasus individu yang tak dikenal mengikuti rapat perusahaan.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

BERITA INI TELAH TAYANG LEBIH AWAL DIWARTA EKONOMI

Tinggalkan Balasan