Bujang dan Lisnawati Menjerit, Harga Karet Anjlok, Paling Rendah Sepanjang Sejarah

jpnn.com, SOLOK SELATAN – Pandemi virus corona membuat para petani karet di Solok Selatan, Sumatera Barat menjerit.

Harga karet jatuh ke titik terendah. Karet hanya dihargai Rp 2 ribu per kilogram.

“Biasanya kami jual Rp 7 ribu sekilo, sekarang hanya dibeli tauke Rp 2 ribu. Ini harga paling murah sepanjang sejarah kami bertani karet. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus dijual demi kebutuhan keluarga,” ungkap Bujang, warga Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, Solsel, Kamis (2/4).

Baca Juga:

Anjloknya harga karet, kata Bujang, terjadi ketika wabah virus korona merebak.

“Dari karet inilah kebutuhan makan dan pendidikan keluarga kami,” katanya.

Dia menjelaskan, karet yang dibeli itu dikumpulkan terlebih dahulu oleh tauke sebelum diekspor saat pandemi Covid-19 mereda.

Baca Juga:

“Kata mereka (tauke), karet ditampung dulu di sini (Solsel), karena penampungan di Padang untuk tujuan ekspor tersendat karena corona,” bebernya.

Lisnawati, 39, petani karet di Jorong Muktitama, Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, mengaku kualitas karet terbaik hasil sadapan petani di daerah itu dihargai toke Rp 4 ribu sekilo.
BERITA INI TELAH TAYANG LEBIH AWAL DIJPNN NEWS

Tinggalkan Balasan