Afghanistan-Taliban Mulai Lakukan Pertukaran Tahanan

loading…

KABUL – Afghanistan akan membebaskan beberapa tahanan Taliban pada minggu ini. Keputusan ini sebagai bagian dari langkah membangun kepercayaan yang penting bagi keberhasilan kesepakatan damai yang ditandatangani Amerika Serikat (AS) dan Taliban untuk mengakhiri perang hampir dua dasawarsa.

Pertukaran tahanan ini terjadi di tengah penguncian nasional (lockdown) guna mencegah penyebaran virus Corona baru, COVID-19.

Juru bicara Taliban mengatakan setidaknya 100 anggota kelompoknya akan segera dibebaskan. Ini adalah langkah pertama untuk pertukaran 6.000 tahanan yang ditangkap pemerintah Afghanistan dan kelompok pemberontak itu.

Baca Juga:

“Seratus tahanan akan dibebaskan dalam gelombang pertama, maka kedua belah pihak akan menilai apakah melepaskan 100 per hari berjalan dengan baik atau tidak,” kata juru bicara kelompok militan itu, Zabihullah Mujahid, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (1/4/2020).

Mujahid mengatakan diskusi sedang berlangsung mengenai teknis terkait dengan pembebasan dan ketentuan untuk pemeriksaan medis bagi mereka yang dibebaskan. Ia menambahkan bahwa kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah Afghanistan menjadi tantangan tersendiri.

Taliban sendiri telah membuat pengaturan transportasi guna memastikan anggotanya yang tua dan sakit yang dibebaskan dari penjara Afghanistan diterima oleh keluarganya, tetapi tidak memiliki rencana untuk memberikan bantuan keuangan.

Sementara itu juru bicara Dewan Keamanan Nasional Afghanistan, Javid Faisal, dalam sebuah tweet mengatakan kedua belah pihak mengadakan diskusi tatap muka tentang pertukaran tahanan.

Meskipun telah ada pembicaraan antara kedua belah pihak yang bertikai dan dilakukan penguncian, aksi kekerasan di Afghanistan belum surut.

Delapan warga sipil, termasuk anak-anak tewas dalam ledakan ketika kendaraan mereka menabrak ranjau darat yang ditanam oleh Taliban di provinsi Helmand selatan pada hari Rabu, kata seorang pejabat provinsi. Baik Taliban atau kelompok lain mana pun langsung mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.

Pejuang Taliban mengatakan pasukan keamanan adalah target dari bom pinggir jalan dan ranjau darat mereka, tetapi warga sipil sering terluka atau terbunuh.

(ian)

BERITA INI TELAH TAYANG LEBIH AWAL DISINDO NEWS

Tinggalkan Balasan